Banyak orang mengira bahwa risiko kecelakaan kerja hanya ada di area pabrik, laboratorium kimia, atau bengkel mesin. Padahal, Laboratorium DKV yang didominasi perangkat komputer, kamera, dan alat gambar juga menyimpan risiko kesehatan dan keselamatan yang nyata jika tidak dikelola dengan baik.
Ancaman kesehatan terbesar di DKV adalah bahaya ergonomi dan kelelahan sensorik akibat bekerja di depan layar atau meja gambar berjam-jam.
Postur tubuh yang salah dapat menyebabkan Repetitive Strain Injury (RSI) seperti Carpal Tunnel Syndrome (nyeri pergelangan tangan), nyeri punggung bawah, dan kram leher. Kursi yang dapat disesuaikan dan penempatan monitor sejajar dengan mata sangat krusial.
Paparan cahaya biru terus-menerus memicu mata kering, pandangan kabur, hingga sakit kepala. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Penggunaan lem semprot (spray adhesive) untuk mockup kemasan membutuhkan ventilasi yang baik agar uapnya tidak terhirup.
Meskipun terlihat rapi, Lab DKV memiliki perangkat dengan arus listrik tinggi dan alat-alat tajam.
Kabel berserakan di lantai adalah risiko tersandung (tripping hazard) dan berpotensi merusak alat mahal.
Menumpuk banyak colokan pada satu stopkontak (T-roll) sangat dilarang karena dapat memicu overheating dan kebakaran.
Praktik nirmana atau dummy kemasan menggunakan cutter, cutting mat, dan penggaris besi. Keteledoran kecil dapat menyebabkan luka sayat serius.
Lighting stand, tripod, tiang background harus terkunci rapat dan seimbang agar tidak menimpa pengguna lab.
Sadar lingkungan adalah bagian integral dari desainer modern. Lab DKV menghasilkan limbah spesifik, baik fisik maupun elektronik.
Untuk mewujudkan ruang kreatif yang ideal, laboratorium DKV harus memiliki SOP yang disepakati:
K3LH di Lab DKV adalah fondasi untuk ruang kreatif yang aman dan produktif. Mulai dari ergonomi tubuh, manajemen kabel, hingga pengelolaan limbah, setiap detail berkontribusi pada kesehatan desainer dan keberlanjutan lingkungan.
Mari bangun budaya K3LH bersama: peregangan rutin, 5R, dan kesadaran akan bahaya tersembunyi di sekitar kita.